Rabu, 04 Oktober 2017

Fakta tentang Mendengarkan Musik saat Mengemudi





Mendengarkan musik saat sedang berkendara adalah salah satu hiburan yang paling sering dilakukan oleh para penghuni kabin mobil. Mendengarkan lagu saat berkendara dapat menghilangkan rasa bosan serta perjalanan terasa lebih cepat berlalu. 

Berikut ini adalah beberapa fakta hasil survei tentang pengaruh musik di mobil yang dikutip dari laman detikOto. Penelitian pertama datang dari  Los Angeles In-Car Listening Survei yang dilakukan oleh Arbiton/ Edison, 1999, hasil survei mengungkap bahwa dari 1.000 pengemudi yang disurvei, sebanyak 95% mengemudikan mobilnya sambil mendengarkan musik. Sumber hiburan berupa musik itu datang dari radio, CD, kaset, iPod, MP3, iTunes hingga Spotify.

Survei lainnya datang dari Allianz "Your Cover" Insurance 2014, Claims Journal, dari hasil survei ini diketahui dari sebanyak 1.000 pengemudi, sebanyak 25% pengemudi mengatakan alasan mendengarkan musik ketika mengemudi adalah untuk meningkatkan konsentrasi dan keamanan dalam mengemudi.

Penelitian lainnya dilakukan di Belanda juga menguji musik saat mengemudi pada pengemudi yang berusia 19 dan 25.  Dalam penelitian ini para sample diminta untuk membuat playlist lagu favorit untuk diputar saat berkendara selama 30 menit di jalanan yang monoton. Hasil mengungkao bahwa musik dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan dalam mengemudi.

Penelitian lainnya datang dari Populus pada sebanyak 2.000 pengemudi, menjelaskan bahwa musik dengan beat cepat seperti jenis musik Hip-Hop atau Heavy Metal dapat memberikan pengaruh pada pengemudi sehingga memacu kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, sementara musik klasik dan POP lebih membantu pengemudi untuk mengemudi dengan lebih stabil dan tenang. 

Tidak semua penelitian tentang mendengarkan musik sambil berkendara menghasilkan hal baik, The British Royal Socrety For Prevention of Accidents (RoSPA, 2007) menyatakan bahwa volume musik harus diperhatikan, karena volume yang tinggi dapat menurunkan tingkat kewaspadaan pengemudi sehigga dapat membahayakan saat mengemudi. 

Hal penelitian tersebut didukung oleh psikolog yang juga dosen Unika Atma Jaya, Agatha N. Ardhiati yang pernah mengatakan musik yang kita dengar bisa menjadi faktor distracted driving. 

"Jadi bukan hanya musiknya saja, tetapi efeknya bisa memunculkan emosi/perasaan tertentu," ucapnya. 

Jadi sangat disarankan bagi para pengemdara untuk mendengarkan lagu playlist yang bisa menjaga emosi. "Kalau lagi galau, jangan setel lagu-lagu galau, diganti ama yang senang. Pilih musik yang sesuai yang bisa berfungsi menjaga perasaan, kalau tadi senang tetep senang," ucapnya. 

Ada kalanya di saat- saat tertentu Anda lebih baik mematikan musik Anda, contohnya saat parkir karena Anda harus mendengarkan aba- aba juru parkir. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar