Rabu, 08 Februari 2017

Gunakan Peta Digital Ternyata Juga Ada Resikonya



Di jaman serba digital ini, peta atau map sudah tak lagi digunakan dalam bentuk kertas. Kebanyakan pengguna kendaraan roda empat akan lebih memilih peta digital seperti  Waze atau Google map. Kedua jenis peta digital ini pun semacam sudah menjadi kebutuhan bagi driver yang ingin berkendara di kawasan asing.

Tak hanya itu saja, penggunaan peta digital juga bisa membantu Anda ketika terjebak macet panjang dan ingin keluar kota. Peta digital akan mampu menunjukkan rute alternatif untuk perjalanan Anda. Akan tetapi, penggunaan peta digital ini juga memiliki resiko tersendiri untuk pengguna di Indonesia. 

Wah, apa saja ya resiko dari menggunakan peta digital ini? Yuk cari tahu.

Pilihan Rute Yang Ekstresm
Salah satu karyawan SPBU Pertamina di kawasan Brebes, Nurcholis mengaku jika dirinya sering menyaksikan pegendara yang salah rute. Ketika macet panjang yang sering terjadi di Tol Pejangan lintas utara atau dari Cilacap-Tasik jalur selatan, map digital akan mengarahkan pengguna jalan melalui jalur Salem-Mahalayu.

“Jalan alternatif ini ekstrem dengan tanjakan, tikungan sempit dan tajam,” tambah pria yang mangkal di SPBU satu-satunya di area itu. Karena hal inilah, pengguna jalan yang mengikuti arahan peta digital merasa kurang nyaman selama perjalanan.

Kebanyakan pengendara terlalu yakin jika arah yang ditunjukan peta digital mereka akan selalu benar tanpa bertanya kepada penduduk sekitar.

Melemahnya Sinyal Smartphone
Parahnya lagi, ketika memasuki jalur alternatif maka sinyal smartphone Anda akan melemah karena infrstruktur sinyal menar BTS sudah tidak mendukung lagi. Seperti yang dialami Siti Nasuha, pengendara Nissan Evalia.

“Map digital sudah tidak bisa update lagi karena sinyal lemah begitu masuk pelosok, padahal saat itu nyasar,” tambahnya. Meski sinyal penuh, smartphone Anda akan tetap kesulitan untuk meminta layanan data dari provider sehingga ponsel pun hanya mampu digunakan untuk layanan suara saja.

Untuk itu, ketika memasuki rute alternatif ada baiknya jika Anda sering-sering bertanya kepada penduduk sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar